Jumat, 26 April 2013

A PENYESUAIAN DIRI


Konsep Penyesuaian Diri

Makna akhir dari hasil pendidikan seseorang individu terletak pada sejauh mana hal yang telah dipelajari dapat membantunya dalam penyesuaian diri dengan kebutuhan-kebutuhan hidupnya dan pada tuntutan masyarakat. Seseorang tidak dilahirkan dalam keadaan telah mampu menyesuaikan diri atau tidak mampu menyesuaikan diri, kondisi fisik, mental, dan emosional dipengaruhi dan diarahkan oleh faktor-faktor lingkungan dimana kemungkinan akan berkembang proses penyesuaian yang baik atau yang salah. Penyesuaian yang sempurna dapat terjadi jika manusia / individu selalu dalam keadaan seimbang antara dirinya dengan lingkungannya, tidak ada lagi kebutuhan yang tidak terpenuhi, dan semua fungsi-fungsi organisme / individu berjalan normal. Namun, penyesuaian diri lebih bersifat suatu proses sepanjang hayat, dan manusia terus menerus menemukan dan mengatasi tekanan dan tantangan hidup guna mencapai pribadi sehat. Penyesuaian diri adalah suatu proses. Kepribadian yang sehat ialah memiliki kemampuan untuk mengadakan penyesuaian diri secara harmonis, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungannya.

Pengertian Penyesuaian Diri

Apakah Penyesuaian diri itu? 
Penyesuaian diri merupakan suatu proses dinamis yang bertujuan untuk mengubah perilaku individu agar terjadi hubungan yang lebih sesuai antara diri individu dengan lingkungannya. Atas dasar pengertian tersebut  dapat diberikan batasan bahwa kemampuan manusia sanggup untuk membuat hubungan-hubungan yang menyenangkan antara manusia dengan lingkungannya.



Ψ Pertumbuhan Personal
Pertumbuhan kepribadian ditingkatkan oleh banyaknya minat  terhadap pekerjaan dan kegemaran. Sulit menyesuaikan diri dengan baik terhadap tuntutan-tuntutan pekerjaan yang tidak menarik dan membosankan, dan segera pekerjaan itu menjadi hal yang tidak menyenangkan atau menjijikkan. Tetapi, kita memiliki cara tertentu untuk mengubah dan mengganti pekerjaan yang merangsang minat kita sehingga kita dapat memperoleh kepuasan terus-menerus dalam pekerjaan.

      Pertumbuhan pribadi tergantung juga pada skala nilai yang adekuat dan tujuan yang ditetapkan dengan baik, kriteria yang selalu dapat digunakan seseorang untuk menilai penyesuaian diri. Skala nilai atau filsafat hidup adalah seperangkat ide, kebenaran, keyakinan, dan prinsip membimbing seseorang dalam berpikir, bersikap, dan dalam berhubungan dengan diri sendiri dan orang lain dalam memandang kenyataan dan dalam tingkah laku sosial, moral dan agama. Seperangkat nilai inilah yang akan menentukan apakah kenyataan itu besifat mengancam, bermusuhan, sangat kuat, atau tidak patut menyesuaikan diri dengannya. Penyesuaian diri memerlukan penanganan yang efektif terhadap masalah dan stress yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari, dan pemecahan masalah dan stress itu akan ditentukan oleh nilai-nilai yang kita bawa berkenaan dengan situasi itu. kita seringkali mendengar orang-orang menjadi berantakan dan dengan demikian mendapat gangguan emosi dan tidak bahagia. Orang-orang tersebut tidak yakin mengenai hal yang baik atau buruk, benar atau salahh, bernilai atau tidak bernilai. Mereka tidak memiliki pengetahuan, nilai, atau prinsip yang akan menyanggupi mereka untuk mereduksikan kebimbangan atau konflik yang secara emosional sangat mengganggu.

 Menjelaskan beberapa konsep yang berkaitan dengan pertumbuhan personal :
              - Penekanan pertumbuhan, penyesuain diri dan pertumbuhan
Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat pada waktu yang normal. Pertumbuhan dapat juga diartikansebagai proses transmisi dari konstitusi fisik (keadaan tubuh atau keadaanjasmaniah)
yang herediter dalam bentuk proses aktif secara berkesinambungan. Jadi, pertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatifyang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis.
Secara umum konsep perkembangan dikemukakan oleh Werner (1957)bahwa perkembangan berjalan dengan prinsip orthogenetis, perkembangan berlangsung dari keadaan global dan kurang berdiferensiasi sampai keadaan di mana diferensiasi, artikulasi, dan integrasi meningkat secara bertahap. Proses diferensiasi diartikan sebagai prinsip totalitas pada diri anak. Dari penghayatan totalitas itu lambat laun bagian-bagiannya akan menjadi semakin nyata dan bertambah jelas da lam kerangka keseluruhan.
             - Variasi dalam pertumbuhan
Tidak selamanya individu berhasil dalam melakukan penyesuaian diri, karena kadang-kadang ada rintangan-rintangan tertentu yang menyebabkan tidak berhasil melakukan penyesuaian diri. Rintangan-rintangan itu mungkin terdapat dalam dirinya atau mungkin diluar dirinya.
              - Kondisi-kondisi untuk bertumbuh
Kondisi jasmaniah seperti pembawa dan strukrur atau konstitusi fisik dan temperamen sebagai disposisi yang diwariskan, aspek perkembanganya secara intrinsik berkaitan erat dengan susunan atau konstitusi tubuh. Shekdon mengemukakan bahwa terdapat kolerasi yang tinggi antara tipe-tipe bentuk tubuh dan tipe-tipe tempramen (Surya, 1977). Misalnya orang yang tergolong ekstomorf yaitu yang ototnya lemah, tubuhnya rapuh, ditandai dengan sifat-sifat menahan diri, segan dalam aktivitas sosial, dan pemilu. Karena struktur jasmaniah merupakan kondisi primer bagi tingkah laku maka dapat diperkirakan bahwa sistem saraf, kelenjar, dan otot merupakan faktor yang penting bagi proses penyesuaian diri. Beberapa penelitian menunjukan bahwa gangguan dalam SISTEM saraf, kelenjar, dan otot dapat menimbulkan gejala-gejala gangguan mental, tingkah laku, dan kepribadian. Dengan demikian, kondisi sistem tubuh yang baik merupakan syaraf bagi tercapainya proses penyesuaian diri yang baik. Disamping itu, kesehatan dan penyakit jasmaniah juga berhubungan dengan penyesuaian diri, kualitas penyesuaian diri yang baik hanya dapat diperoleh dan dipelihara dalam kondisi kesehatan jasmaniah yang baik pula. Ini berarti bahwa gangguan penyakit jasmaniah yang diderita oleh seseorang akan mengganggu proses penyesuaian dirinya.
            - Fenomenologi pertumbuhan
Fenomenologi memandang manusia hidup dalam “dunia kehidupan” yang dipersepsi dan diinterpretasi secara subyektif. Setiap, orang mengalami dunia dengan caranya sendiri. “Alam pengalaman setia orang berbeda dari alam pengalaman orang lain.” (Brouwer, 1983:14 Fenomenologi banyak mempengaruhi tulisan-tulisan Carl Rogers, yang boleh disebut sebagai-_Bapak Psikologi Humanistik. Carl Rogers menggarisbesarkan pandangan Humanisme sebagai berikut (kita pinjam dengan sedikit perubahan dari Coleman dan Hammen, 1974:33):



Daftar Pustaka


Nama   : Santo
Npm     : 17511889
Kelas    : 2PA10

Rabu, 03 April 2013

TEORI KEPRIBADIAN SEHAT DAN MENURUT ALIRAN BEBERAPA TOKOH


  Teori kepribadian sehat menurut beberapa aliran dan pendapat tokoh


a.    Aliran psikoanalisa
Psikoanalisis adalah cabang ilmu yang dikembangkan oleh sigmun freud dan para pengikutnya. Pada dasarnya manusia di tentukan oleh energy psikis dan pengalaman-pengalaman diri. Kepribadian sehat menurut psikoanalisa adalah :
Ø  Manusia di dorong oleh dorongan seksual agresif
Ø  Perkembangan dini penting karena msalah-masalah kepribadian berakar pada konflik-konflik masa kanak-kanak yang depresi
Ø  Motif –motif dan konfliktidak sadar adalah sentral dalam tingkah laku sekarang
Ø  Manusia sebagai homo valens dengan berbagai dorongan dan keinginan
Ø  Individu bersifat egois, tidak bermoral dan tidak mau tahu kenyataan
Dalam aliran psikoanalisis manusia adaah korban dari tekanan konflik dan biologis pada masa kanak-kanak.

b.    Aliran behaviorisme
Manusia tidak di anggap memiliki sikap diri sendiri. Kepribadian sehat aliran behaviorisme yaitu :
·         Mementingkan faktor lingkungan
·         Sifatnya mekanis
·         Mementingkan masa lalu
·         Menekankan pada faktor bagian
·         Menekankan pada tingkah laku yang nampak dengan mempergunakan metode obyektif

c.    Aliran humanistic
Dalam aliran humanistic bersifat optimistic, menjadi lebih baik dan berharap pada individu. Setiap manusia mampu untuk menjadi yang lebih bai. Setiap individu dapat mengatasi masalah atau kejadian buruk dalam masa lalunya.

d.    Pendapat Allport
Menurut allport orang yang tidk sehat dan normal mempunyai fungsirasional dan sadar, mampu ngengontrol kekuatan yang memotivasikan dirinya. Allport juga berpendapat bahwa kepribadian sehat terarah kpd orang lain, jadi orang yang matang terlibat secara aktif dan terikat pada sesuatu atau seseorang di luar diri. Orang yang sehat bisa mencintai dan memperluas dirinya ke dalam hubungan yang penuh perhatian dengan orang lain, pertumbuhan dan pemenuhan orang lain sama pentingnya dengan pertumbuhan dan perkembangan dirinya sendiri.

e.    Pendapat Rogers
Carl rogers adalah seorang psikolog yang terkenal dengan pendekatan terapi klinis yang berpusat pada klien. Orang yang sehat menurut Rogers adalah orang yang bisa mengaktualisasikan dirinya. Maksud dari aktualisasi diri adalah suatu proses yang sulit dan terkadang menyakitkan. Manusia yang sadar dan rasional tidak lagi dikontrol oleh peristiwa kanak-kanak seperti yang di ajukan oleh aliran Freudian, misalnya Toilet training, penyapihan ataupun pengalamn seksual sebelumnya.

f.    Pendapat Abraham Maslow
Psikologi humanistik adalah aliran dari Abraham Maslow. Ia percaya bahwa setiap orang memiliki keinginan yang kuat untuk merealisasikan potensi-potensi dalam dirinya untuk mencapai tingkatan aktualisasi diri. Mrnurut Abraham Maslow cirri-ciri kepribadian yang sehat adalah sebagai berikut:
·         Menerima realitas secara tepat
·         Menerima diri dan orang lain apa adanya
·         Bertindak secara spontan dan alamiah, tidak dibuat-buat
·         Memusatkan pada masalah-masalah bukan pasa perorangan
·         Memiliki kekuasaan dan tidak bergantung pada orang lain
·         Memiliki ruang untuk diri pribadi
·         Menghargai dan tebuka akan pengalaman-pengalaman dan kehidupan baru
·         Memiliki pengalaman-pengalaman yang memuncak
·         Memiliki indentitas sosial dan minat sosial yang kuat
·         Mamiliki relasi yang akrab dengan beberapa teman
·         Mengarah pada nilai-nilai demokratis
·         Memiliki nilai-nilai moral yang tangguh
·         Memiliki rasa humor yang tinggi
·         Menemukan hal-hal beru, ide-ide segar dan kreatif
·         Memiliki integritas tinggi yang total

g.   Pendapat Erich fromm
Menurut Erich Fromm kepribadian yang sehat adalah pribadi yang memiliki orientasi produktif. Fromm melihat kepribadian hanya sebagai suatu produk kebudayaan. Kesehatan jiwa harus di definisikan menurut bagaimana baiknya masyarakat menyesuaikan diri dengan kebutuhan-kebutuhan dasar semua individu, bukan menurut bagaimana baiknya individu menyesuaikan diri dengan masyarakat.

h.  Pendapat saya ( Santo)
Menurut saya Kepribadian yang sehat adalah pribadi yang selalu bersyukur. Karna dengan   bersyukur kita menikmati hidup

Nama : Santo
NPM  : 17511889

Minggu, 24 Maret 2013


SEJARAH PERKEMBANGAN KESEHATAN MENTAL
Secara etimologi, kesehatan mental atau hygiene berasal dari bahasa latin, yaitu : Mens atau Mentis yang berarti jiwa, roh, dan semangat. Hygiene yang berarti nama dewi kesehatan yunani yaitu Hyoeia

Secara Ilmiah
Beratus-ratus tahun yang lalu orang menduga bahwa penyebab penyakit mental adalah syaitan-syaitan, roh-roh jahat dan dosa-dosa. Oleh karena itu para penderita penyakit mental dimasukkan dalam penjara-penjara dibawah tanah atau dihukum dan diikat erat-erat dengan rantai besi yang berat dan kuat.
Sejarah ilmu kesehatan mental dimulai sewaktu Clifford Beers, bekas pasien mental di amerika menulis buku berjudul "A Mind That Found It Self". Dalam buku diceritakan pengalaman pahitnya sebagai pasien jiwa yang pernah dirawat beberapa RSJ.
Bapak Psikiater Amerika Adolf Meyer tergerak hatinya setelah membaca buku ini dan mengajak Beer bersama-sama mendirikan perhimpunan kesehatan mental bernama Hygiene Society di kota kelahiran Beer yaitu Connecticut. Tujuan dari usaha ini adalah untuk memperjuangkan perbaikan perlakuan pasien-pasien mental di RSJ yang ada pada zaman itu diperlakukan dengan buruk dan kurang manusiawi.
Gerakan ini mendapat simpati dari masyarakat sehingga muncul perhimpunan-perhimpunan lain di Amerika. Kemudian perhimpunan-perhimpunan tersebut bersama-sama membentuk The National Association for Mental Health.
Kongres kesehatan jiwa internasional yang pertama dilaksanakan di Washington DC pada tahun 1930 dan yang kedua dilaksanakan di Paris pada tahun 1937. Pada tahun ketiga tahun 1948 dibentuk The World Federation for Mental Health. Pada kongres ini, istilah mental hygiene diubah menjadi mental health.
Tokoh yang juga membela dan menjunjung tinggi hak manusia untuk penderita gangguan jiwa lainnya adalah Philippe Pinel di Perancis dan William Tuke dari Inggris. Mereka adalah contoh orang yang berjasa dalam mengatasi dan menanggulangi orang-orang yang terkena penyakit mental. Masa-masa Pinel dan Tuke ini selanjutnya dikenal dengan masa pra-ilmiah karena hanya usaha dan praksis yang mereka lakukan tanpa adanya teori-teori yang dikemukakan. Kemudian ada juga Dorothea Dix. Beliau merupakan seorang pionir wanita dalam usaha-usaha kemanusiaan berasal dari Amerika. Ia berusaha menyembuhkan dan memelihara para penderita penyakit mental dan orang-orang gila. Sangat banyak jasanya dalam memperluas dan memperbaiki kondisi dari 32 rumah sakit jiwa di seluruh negara Amerika bahkan sampai ke Eropa.


PENDEKATAN KESEHATAN MENTAL
Pendekatan kesehatan mental dapat dilihat dari beberapa sisi.  saya akan menjelaskan pendekatan kesehatan mental dari 3 sisi, yaitu orientasi klasik, penyesuaian diri, dan juga pengembangan potensi.
  1. Orientasi Klasik : umumnya mengartikan sehat tanpa keluhan baik fisik maupun mental
  2. Penyesuaian diri :  umumnya kesehatan mental tidak di lepaskan dengan penyesuaian diri khususnya pada lingkungan kita sekitar
                 3. Pengembangan potensi : Seseorang dikatakan mencapai taraf kesehatan jiwa, bila ia                                                                                
                    di bolehkan mengembangkan pengetahuannya menuju kedewasaan. Ia bisa di hargai orang                                                     
                    lain dan dirinya 

Nama : Santo
NPM : 17511889                                             

KONSEP SEHAT


·        KONSEP SEHAT
Banyak diantara kita semua yang sering mendengar kata "sehat". Kata tersebut sudah tidak asing lagi di telinga kita. Tidak banyak yang diantara kita yang mengartikan kata sehat yaitu dalam keadaan tidak sakit dan tidak stress. Selain itu sehat itu adalah keadaan sejahtera baik jiwa, raga dan sosial. Seperti
Konsep sehat terdiri dari 5 dimensi, yaitu berdasarkan :
Dimensi Emosi : menjelaskan bahwa manusia dalam keadaan sehat yakni dalam keadaan mampu mengatur emosi nya sendiri.  Seperti emosi senang, gembira, bahagia, marah, sedih, dll. Tetapi  biasanya kita menganggap emosi itu tindakan negatif seperti marah padahal tidak seperti itu.  Co : ketika kita di beri hadiah berarti kita termasuk emosi seang
Dimensi Intelektual : dimensi ini mencoba menjelaskan bahwa seseorang dalam keadaan sehat yakni dalam keadaan mampu menerima, menyerap segala macam pembelajaran, pendidikan yang di berikan baik secara langsung maupun tidak langsung, tanpa mengalami hambatan ataupun masalah yang mengganggu pikirannya. Seperti ketika sedang belajar atau menuntut ilmu di kampus
Dimensi Sosial : sehat di mana individu atau kita memiliki jiwa sosial yang baik dalam beradaptasi,  dengan sesama manusia dengan baik.
Dimensi Fisik dan Mental : dimensi ini menerangkan bahwa keadaan fisik dan mental seseorang menjadi salah satu syarat apakah seseorang dikatakan sehat atau tidak. Seperti seseorang tersebut tidak mengeluh sakit alias sehat walafiat
Dimensi Spiritual : sehat yang menjelaskan bahwa seseorang mampu menjalankan ajaran agama yang telah di percaya atau diyakini seseorang untuk menuntun hidupnya. Dengan mampu menjalankan spiritual ini diharapkan seseorang dapat menjalankan segala kehidupannya dengan baik dan benar.

Nama : Santo
Npm  : 17511889

Senin, 26 November 2012

Macam- Macam Tes Psikologi



Di zaman moderen seperti ini sudah banyak sekali berbagai info yang seharusnya menjadi rahasia sebagian orang saja, menjadi santapan banyak orang. Kita ambil saja soal-soal psikologi atau yang kita kenal dengan psikotes. Di internet banyak sekali tipe-tipe dari psikotes itu sendiri, ada juga bagaimana cara kita menyelesaikan soal-soal tersebut. Padahal tes psikotes itu sendiri adalah tes yang khusus dan hanya boleh diketahui beberapa orang saja. Namun entah kemajuan teknologi yang sangat berkembang pesat tes itu tersebar dimana-mana. Adapun berbagai macam tes psikologi itu sendiri :

1. Tes IQ: biasanya contoh soal-soal ini dapat mudah didapatkan di toko buku. Tes kecerdasan ini melibatkan serangkaian soal matematika dalam istilah tesnya tes verbal dan non verbal. Angka dan bahasa merupakan bagian dari tes ini. Jika Anda senang dengan teka teki silang dan hitungan secara cepat maka Anda beruntung bisa lulus. Namun tes IQ memang dibuat standar agar bisa dilakukan setiap orang.
2. Tes Kepribadian. Di dalam tes ini Anda akan dihadapkan kepada serangkaian pertanyaan mengenai berbagai dilema dalam pekerjaan, seperti bagaimana menghadapi konflik, bagaimana bekerja sama dan bagaimana solusi jika menghadapi suatu dilema. Dari sini dapat dikaji, seberapa jauh kemampuan Anda bekerja dalam tim dan apakah Anda termasuk orang yang “hangat” dalam pergaulan dan tidak “kaku”.
3. Tes Kemampuan. Anda akan diuji serangkaian tugas di bawah tekanan tinggi, apakah Anda masih bisa melakukannya. Biasanya tes kemampuan ini mengkondisikan Anda dalam suasana penuh tekanan tetapi harus menyelesaikan soal dengan cepat. Bisa bentuknya angka atau permainana kata-kata. Bisa pula berupa grafik dan bentuk-bentuk tiga dimensi.
4. Tes Kreatifitas. Biasanya Anda akan diminta menulis atau menggambarkan sesuatu. Pada salah satu tes Anda diminta melanjutkan gambar dari enam kotak yang sudah ada. Lanjutkan dengan ilustrasi yang baik semaksimal mungkin. Satu lagi tes final biasanya Anda diminta menggambar. Saya sarankan gambarlah orang yang sedang aktif bertindak, misalnya sedang lari sehingga terlihat aktif. Kata psikolog, orang yang seperti itu termasuk dinamis dan kreatif. Itu pendapat psikolog.
Selain itu juga ada cara untuk menyelesaikan tes itu sendiri :
1.      TES LOGIKA ARITMATIKA

Tes ini terdiri atas deret angka. Yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan analisa anda dalam memahami pola-pola/kecenderungan tertentu (dalam wujud deret angka) untuk kemudian memprediksikan hal-hal lain berdasarkan pola tersebut.
2.      TES LOGIKA PENALARAN

Tes ini terdiri atas deret gambar baik 2 maupun 3 dimensi. Yang ingin diukur dalam tes ini adalah kemapuan anda dalam memahami pola-pola/kecenderungan tertentu (dalam wujud gambar) untuk kemudian melakukan prediksi berdasarkan pola anda tersebut.
3.      TES ANALOG VERBAL

Tes ini terdiri atas 40 soal yang berisi sinonim/antonim/analog suatu kata. Yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan logika anda terhadap sebuah kondisi, untuk melihat sejauh mana anda memahami sebab-akibat suatu permasalahan.
4.      KRAEPLIEN / PAULI

Tes ini terdiri atas gugusan angka-angka yang tersusun secara membujur (atas-bawah) dalam bentuk lajur-lajur. Calon pegawai diminta untuk menjumlahkan dua angka yang berdekatan dalam waktu tertentu di setiap kolom dan menuliskan disampingnya. Yang diukur dalam tes ini adalah konsistensi, ketahanan, sikap terhadap tekanan, kemampuan daya penyesuaian diri, ketelitian sekaligus kecepatan dalam mengerjakan suatu pekerjaan.
5.      WARTEGG TEST

Tes ini terdiri atas 8 kotak yang berisi bentukan-bentukan tertentu seperti titik, garis kurva, 3 garis sejajar, kotak, dua garis saling memotong, dua garis terpisah, tujuh buah titik tersusun melengkung dan garis melengkung. Anda akan diminta menggambar kemudian menuliskan urutan gambar yang telah anda buat, lalu menuliskan nomor gambar mana paling disukai, tidak disukai, sulit dan mudah menurut anda. Yang diukur dalam tes ini adalah emosi, imajinasi, intelektual dan aktifitas subjek.
6.      DRAW A MAN TEST (DAM)

Tes ini mengharuskan anda untuk menggambar sesorang, untuk kemudian anda deskripsikan usia, jenis kelamin dan aktifitas orang tersebut. Tes ini dipergunakan untuk mengatahui tanggung jawab, kepercayaan diri, kestabilan dan ketahanan kerja.
7.      ARMY ALPHA INTELEGENCE TEST

Tes ini terdiri atas 12 soal yang berisi kombinasi deretan angka dan deretan bentuk. Soal satu soal kadang terkait dengan soal sebelumya. Yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan daya tangkap Anda dalam menerima dan melaksanakan instruksi dengan cepat dan tepat.
8.      MENGGAMBAR POHON

Tes ini terdiri atas tugas untuk menggambar pohon dengan kriteria : berkambium (dicotyl), bercabang dan berbuah. Sehingga tidak diperbolehkan kepada anda menggambar pohon jenis bambu, pisang, semak belukar ataupun jenis tanaman monocotyllainnya.
9.      EDWARDS PERSONAL PREFERENCE SCHEDULE (EPPS)

Tes ini terdiri atas pilihan-pilhan jawaban yang paling mencerminkan diri anda. Tes ini dipergunakan untuk mengetahui seberapa besar motivasi, kebutuhan dan motif seseorang.


Sumber :
http://agusmp3.multiply.com/journal/item/143

Senin, 05 November 2012

Interpersonal dalam internet.


Interpersonal dalam internet.

Sebeleum itu kita harus tau
1.        Apa itu Interpersonal
2.       Contoh kasus interpersonal

1.      Apa Itu Interpersonal?
Interpersonal adalah komunikasi yang dilakukan antara komunikan dan komunikator, yang dapat tercipta komunikasi positif atau negative di antara mereka.

2.     Contoh kasus interpersonal?
Salah satunya adalah berkomunikasi lewat dunia maya atau dengan menggunakan internet, seperti chatting, ym-an, dll. Disini saya akan memberikan penjelasan mengenai kekurangan dan kelebihan akan berkomunikasi bermedia termasuk dalam internet. Nah kasus saya itu sewaktu saya komunikasi tepatnya waktu itu saya berkomunikasinya lewat FB. Dan saya chattingan dengan orang yang ga saya kenal tepatnya dia perempuan, selama saya chat dengan dia saya melihat foto dia cantik sekali dr profile fb nya dan lambat laun setelah berchat ama dia, tentu saja saya penasaran dengan dia. Setelah itu saya membuat janji dengan perempuan itu untuk ktemuan dan pada saat ketemuaan rupanya, hal dalam pikiran saya itu salah,  rupanya dia tidak seperti yang saya bayangkan. Dan pada saat itu juga saya malas berkenalan dengan seseorang lewat dunia maya haha…

Nama : Santo
Kelas : 2PA10
NPM : 17511889